Tampilkan postingan dengan label Perdagangan Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perdagangan Internasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2011

materi kelompok PDI

temen2 download materi kelompok kita PDI di sini

Selasa, 26 April 2011

Perdagangan Internasional Di Negara Maju

Negara-negara yang ada di muka bumi ini mempunyai perkembangan atau kemajuan yang berbeda-beda sehingga menyebabkan adanya sebutan negara maju dan negara berkembang. Kemajuan negara yang berbeda-beda tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan kekayaan sumber daya alam, kualitas sumber daya manusia, letak strategis, tingkat penguasaan teknoologi dan sebagainya. 

Untuk mengidentifikasi suatu negara dapat dikatakan negara maju atau berkembang, kita dapat melihat dari hasil pembangunan negara tersebut, baik pembangunan fisik maupun non fisiknya .

 Hal ini tentu saja berimplikasi pada perekonomian negara tersebut terutama perdagangan internasionalnya. Setiap negara entah itu negara berkembang ataupun negara maju pasti memiliki kebijakan perdagangan yang berbeda-beda sesuai kebutuhannya. Untuk Mengetahui lebih lanjut tentang bentuk bentuk perdagangan di negara maju silakan download di sini

Senin, 25 April 2011

Dampak Perdagangan Internasional


Perdagangan internasional membawa pengaruh yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia. Pengaruh tersebut ada yang bersifat positif, ada pula yang negatif. Berikut ini beberapa dampak yang ditimbulkan dari pedagangan internasional.


1. Dampak Positif Perdagangan Internasional
.
a. Saling membantu memenuhi kebutuhan antarnegara.


Terjalinnya hubungan di antara negara-negara yang melakukan perdagangan dapat memudahkan suatu negara memenuhi barang-barang kebutuhan yang belum mampu diproduksi sendiri. Mereka dapat saling membantu mengisi kekurangan dari setiap negara, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi.


b. Meningkatkan produktivitas usaha.


Dengan adanya perdagangan internasional, kemajuan teknologi yang digunakan dalam proses produksi akan meningkat. Meningkatnya teknologi yang lebih modern dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dalam menghasilkan barang-barang.


c. Mengurangi pengangguran.


Perdagangan internasional dapat membuka kesempatan kerja baru, sehingga hal ini menjadi peluang bagi tenaga kerja baru untuk memasuki dunia kerja. Semakin banyak tenaga kerja yang digunakan oleh perusahaan, maka pengangguran dapat berkurang.


d. Menambah pendapatan devisa bagi negara.


Dalam kegiatan perdagangan internasional, setiap negara akan memperoleh devisa. Semakin banyak barang yang dijual di negara lain, perolehan devisa bagi negara akan semakin banyak.


2. Dampak Negatif Perdagangan Internasional


Selain dampak positif, perdagangan internasional juga memberikan dampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Berikut ini beberapa dampak negatif dari perdagangan internasional.


a. Adanya ketergantungan dengan negara-negara pengimpor.


Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang yang tidak diproduksi dalam negeri, pemerintah akan mengimpor dari negara lain. Kegiatan mengimpor ini dapat mengakibatkan ketergantungan dengan negara pengimpor.


b. Masyarakat menjadi konsumtif.


Banyaknya barang-barang impor yang masuk ke dalam negeri menyebabkan semakin banyak barang yang ada di pasar baik dari jumlah, jenis, dan bentuknya. Akibatnya akan mendorong seseorang untuk lebih konsumtif, karena semakin banyak barang-barang pilihan yang dapat dikonsumsi.


c. Mematikan usaha-usaha kecil.


Perdagangan internasional, dapat menimbulkan persaingan industri dengan negara-negara lain. Industri yang tidak mampu bersaing tentu akan mengalami kerugian, sehingga akan mematikan usaha produksinya. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan pengangguran

Manfaat Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional merupakan kegiatan yang cukup penting di setiap negara. Tidak ada satu negara di dunia ini yang tidak melakukan perdagangan internasional. Mereka yang melakukan perdagangan internasional, sudah tentu merasakan manfaatnya. Berikut ini beberapa manfaat dari perdagangan internasional bagi negara berkembang.

1.Meningkatkan Hubungan Persahabatan Antarnegara

Adanya perdagangan antarnegara, dapat mewujudkan hubungan di antara negara-negara yang mengadakan perdagangan. Hubungan ini apabila terjalin dengan baik dapat meningkatkan hubungan persahabatan di antara negara-negara tersebut. Mereka dapat semakin akrab dan saling membantu bila mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan.

2.Kebutuhan Setiap Negara dapat Tercukupi 

Dengan adanya perdagangan internasional, suatu negara yang masih kekurangan dalam memproduksi suatu barang dapat dipenuhi dengan mengimpor barang dari negara yang mempunyai kelebihan hasil produksi Sebaliknya negarayang mempunyai kelebihan hasil produksi barang dapat mengekspor barang tersebut ke negara yang kekurangan Dengan demikian kebutuhan setiap negara dapat tercukupi.

3.Mendorong Kegiatan Produksi Barang secara Maksimal

Salah satu tujuan suatu negara melakukan perdagangan internasional yaitu untuk memperluas pasar di luar negeri. Semakin luasnya pasar di luar negeri dapat mendorong peningkatan produksi barang di dalam negeri. Dengan demikian akan mendorong para pengusaha untuk menghasilkan barang produksi secara besar-besaran.

4.Mendorong Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Adanya perdagangan antarnegara memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efisien. Perdagangan luar negeri memungkinkan negara tersebut mengimpor mesin-mesin atau alat-alat modern untuk melaksanakan teknik produksi dan cara produksi yang lebih baik. Dengan demikian, adanya teknologi yang lebih modern dapat meningkatkan produktivitas dan dapat mempercepat pertambahan produksi.

5.Setiap Negara dapat Mengadakan Spesialisasi Produksi

Perdagangan internasional dapat mendorong setiap negara untuk mengadakan spesialisasi produksi dengan memanfaatkan sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan keahlian secara maksimal. Dengan demikian suatu negara akan memiliki produk-produk unggulan sehingga dapat bersaing dengan produk-produk dari luar negeri.

6.Memperluas Lapangan Kerja

Semakin luasnya pasar di luar negeri, maka barang atau jasa yang dihasilkan juga semakin bertambah. Dengan meningkatnya hasil produksi, maka perusahaan akan semakin banyak membutuhkan tenaga kerja. Hal ini dapat membuka kesempatan kerja baru. Semakin luasnya kesempatan kerja maka pengangguran dapat dikurangi

Karakteristik Negara Maju & Berkembang

Dalam konteks ekonomi internasional, dikenal dengan istilah “negara maju” dan “negara berkembang”. Kedua istilah tersebut merupakan penggolongan negara-negara di dunia berdasarkan kesejahteraan atau kualitas hidup rakyatnya. Negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. Sedangkan negara berkembang adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan. Negara yang digolongkan sebagai negara maju terdapat di benua Eropa terutama kawasan Eropa Barat serta Amerika (Utara) Misalnya Belanda, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan lain-lain. Sedangkan yang digolongkan negara berkembang terdapat di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Selatan (Latin). Di kawasan Asia terdapat beberapa negara maju seperti Jepang, Australia, Korea Selatan dan Selandia Baru. Tolok ukur atau indikator dalam penggolongan negara sebagai negara maju atau negara berkembang sebagai berikut.

1. Pendapatan Perkapita

Pendapatan perkapita merupakan indikator terpenting dalam mengukur tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara. Sebuah negara dikatakan makmur apabila rakyatnya memiliki pendapatan perkapita yang tinggi. Namun demikian, tingginya pendapatan perkapita bukan penentu kemakmuran suatu negara. Meskipun negara itu pendapatan perkapitanya tinggi, namun jika terjadi perang saudara di dalam negara tersebut, maka tidak dapat disebut sebagai negara makmur/sejahtera. Karena dengan adanya peperangan banyak menimbulkan kematian, penderitaan, dan rasa tidak aman.

2. Jumlah Penduduk Miskin

Tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara dapat dilihat dari angka kemiskinan. Suatu negara dikatakan makmur/sejahtera apabila rakyatnya yang hidup miskin berjumlah sedikit saja. 

3. Tingkat Pengangguran 

Salah satu ciri yang membedakan antara negara maju dan negara berkembang adalah tingkat pengangguran. Di negara maju umumnya tingkat penganggurannya rendah. Sebaliknya di negara berkembang biasanya tingkat penganggurannya tinggi.

4. Angka Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan

Salah satu ciri yang membedakan antara negara maju dan negara berkembang adalah angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Di negara maju umumnya angka kematian bayi dan ibu melahirkan rendah. Hal ini disebabkan penduduk mampu membeli makanan yang bergizi, mampu membeli pelayanan kesehatan dan obatobatan yang memadai. Sebaliknya di negara berkembang angka kematian bayi dan ibu melahirkan relatif tinggi. Hal ini disebabkan penduduk tidak mampu membeli makanan yang bergizi, tidak mampu membeli pelayanan kesehatan dan obat-obatan yang memadai, karena pendapatannya rendah.

5. Angka Melek Huruf

Angka melek huruf menunjukkan jumlah penduduk yang dapat membaca dan menulis. Suatu negara dikatakan maju apabila angka melek hurufnya tinggi atau angka buta hurufnya rendah.

Minggu, 24 April 2011

Tarif Sebagai salah satu faktor penghambat perdagangan internasional

Di dalam dunia perekonomian maupun perdagangan bisnis internasional , tarif sangat penting untuk menentukan harga yang ada di dalam produk barang atau jasa tersebut. Karena tarif itu ada sebagai petunjuk untuk menentukan harga barang tersebut. Jika tariff itu tidak ada maka harga produk barang dan jasa itu tidak bernilai apa-apa. Biasanya tariff ada yang ditentukan oleh pemerintah dan ada juga yang ditentukan sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh produsen maupun sesuai dengan kualitas barang dan jasa tersebut.
Jika tarif ini tidak ditentukan sesuai dengan aturan yang berlaku maka akan terjadi hal-hal penyelewengan terhadap barang dan jasa tersebut. Tarif juga mempunyai undang-undang atau aturan yang berlaku sesuai dengan keputusan pemerintah atau menteri perdagangan yang ada. Jika ada undang-undang yang berlaku maka tariff tersebut dapat dilindungi oleh pemerintah atau instansi yang terkait. Sebaliknya jika tarif yang dikeluarkan tidak memiliki undang-undang maka tariff tersebut akan tidak diberlakukan sesuai dengan yang ada. Informasi lebih lanjut dapat di download di sini

Senin, 18 April 2011

Teori Teori Perdagangan internasional

Pada perkembangannya perdagangan internasional dibedakan menjadi 3 yakni:
  1. Merkantilisme
  2. Klasik
  3. Modern
Teori klasik dipelopori oleh Adam smith dengan absololute adventege dan david ricardo dengan coparative adventege
  1.  Teori keunggulan mutlak (absolut)
    Dikemukakan oleh Adam Smith. Keuntungan mutlak adalah keuntungan yang diperoleh suatu negara, karena negara tersebut mampu memproduksi barang dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan negara lain. Menurut teori ini, Bila harga dari jenis barang yang sama tidak berbeda antarnegara maka tidak ada alasan untuk melakukan perdagangan internasional.
    Negara
    Produksi
    Perbandingan dasar tukar dalam negeri (DTDN)
    kain
    TV
    kain/ TV
    TV/ kain
    Indonesia
    90
    60
     90/  60 = 1, 5
     60/ 90 = 0, 67
    Belanda
    50
    100
    50/ 100 = 0, 5
     100/ 50 = 2
    Dari tabel diatas, Indonesia punya keunggulan mutlak dalam produksi kain, sedangkan keunggulan mutlak belanda dalam produksi tv.

    2. Teori keunggulan komparatif.
    Teori keunggulan komparatif (theory of comparative advantage) merupakan teori yang dikemukakan oleh David Ricardo pada tahun 1817. Teori keungulan komparatif melihat kuntungan atau kerugian dari perdagangan internasional dalam perbandingan relatif. Hingga saat ini, teori keunggulan komparatif merupakan dasar utama yang menjadi alasan negara melakukan perdagangan internasional.

    David Ricardo berpendapat bahwa meskipun suatu negara mengalami kerugian mutlak (dalam artian tidak mempunyai keunggulan mutlak dalam memproduksi kedua jenis barang bila dibandingkan dengan negara lain), namun perdagangan internasional yang saling menguntungkan kedua belah pihak masih dapat dilakukan, asal negara tersebut melakukan spesialisasi produksi terhadap barang yang memiliki biaya relatif terkecil dari negara lain.

    Dalam menggunakan teori keunggulan komparatif, kita akan berpijak pada asumsi berikut :
    - perdagangan melibatkan dua negara
    - ada dua barang berbeda yang diperdagangkan
    - berlaku teori nilai tenaga kerja, yaitu nilai atau harga suatu barang dapat dihitung dari
    jumlah waktu (jam kerja) tenaga kerja yang dipakai dalam memproduksi barang tersebut.

    negaraJum.Jam KerjaPerbandingan efisiensi tenaga kerja
    KemejaTasKemejaTas
    Indonesia121/42/3
    Malaysia4343/2
    Dari tabel diatas, indonesia punya keunggulan komparatif dalam produksi kemeja, sedangkan malaysia masih punya kesempatan memperoleh keuntungan dari perdagangan internasional jika berspesialisasi dalam produksi tas.

    Dasar pemikiran Ricardo mengenai penyebab terjadinya perdagangan antarnegara pada prinsipnya sama dengan dasar pemikiran dari Adam Smith, namun berbeda pada cara pengukuran keunggulan suatu negara, yakni dilihat komparatif biayanya, bukan perbedaan absolutnya. Jadi, beda dari kedua teori diatas terletak pada biaya mutlak dan biaya relatif untuk memproduksi barang/ jasa.

Definisi Perdagangan internasional


Perdagangan internasional merupakan salah satu kegiatan yang sedang trend dilakukan saat ini. Baik dilakukan oleh negara berkembang ataupun negara maju. Perdagangan ini dapat terjadi apabila terdapat dua negara yang saling bersepakat untuk melakukan perdagangan Jadi dapat dikatakan dalah perdagangan antarnegara atau lintas negara, yang kegiatan utamanya mencakup ekspor dan impor.

Pertimbangan suatu negara untuk memilih apakah menganut perekonomian terbuka atau perekonomian tertutup didasari oleh idealisme (paham) negara tersebut. Namun, boleh dikatakan, seluruh negara saat ini telah menganut sistem perekonomian terbuka dikarenakan mereka menyadari akan pentingnya perdagangan internasional bagi perkembangan perekonomian negara (faktor penyebab perdagangan internasional). Dan untuk mempermudah dalam memahami perdagangan internasional, para ahli telah merumuskan teori tentang perdagangan internasional.

Seperti yang kita ketahui, sudah menjadi sifat dasar manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Semakin banyak manusia, semakin banyak pula kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi.

Dahulu, manusia menggunakan kegiatan tukar menukar barang (sistem barter) untuk memenuhi kebutuhannya. Lalu, manusia menciptakan alat tukar (misalnya : uang) untuk mempermudah kegiatan ekonominya, dan sistem pun beralih ke sistem perdagangan. Kemudian, manusia mengelompok dan akhirnya membentuk suatu negara. Sejak saat itu, kebutuhan menjadi semakin membesar sehingga memicu timbulnya perdagangan internasional.

Pelaksanaan perdagangan antar negara (Internasional) lebih rumit dan kompleks dari perdagangan dalam negeri. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena perdagangan internasional melintasi batas-batas negara dan berhubungan dengan negara/ pemerintah lain. Padahal setiap negara mempunyai sistem ekonomi, mata uang, sistem tata niaga dan peraturan perpajakan/ bea cukai masing-masing, bahkan mungkin juga sistem takaran/ ukuran/ timbangan, dan standar mutu yang berbeda.

Perdagangan internasional melalui kegiatan utamanya yaitu berupa ekspor dan impor, merupakan salah satu sumber pendapatan negara (dalam bentuk devisa)

Perdagangan internasional dibagi menjadi dua kategori, yakni perdagangan barang (fisik) dan perdagangan jasa. Perdagangan jasa antara lain terdiri atas biaya transportasi, perjalanan (travel), asuransi, dan jasa konsultan asing.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review